Kenapa Air Bisa Berbau Seperti Besi? Ini Zat Yang Mempengaruhinya

Kenapa Air Bisa Berbau Seperti Besi? Ini Zat Yang Mempengaruhinya – Dalam keseharian, tidak jarang kita menemukan air dari beberapa sumber memiliki bau yang tidak sedap seperti bau besi. Hal ini tentunya dapat mengganggu anda yang memerlukan kebutuhan air bersih segera. Pada kesempatan kali ini akan diulas mengenai kenapa air baunya bisa seperti besi. Dengan pembahasan kali ini, nantinya anda bisa menghindari berbagai hal yang bisa menyebabkan air berbau.

 

Kenapa Air Bisa Berbau Seperti Besi? Ini Zat Yang Mempengaruhinya – Kenapa Air Bisa Berbau Besi?

Air bisa didapatkan dari beragam sumber. Beberapa sumur atau sumber mata air tertentu dapat memiliki kandungan besi yang tinggi dalam airnya. Ketika air tersebut diambil dan digunakan, bau besi bisa tercium karena reaksi kimia antara besi dan komponen lain dalam air. Jika sistem perpipaan atau pipa yang digunakan untuk mengalirkan air mengandung besi atau terbuat dari material yang mengandung besi, maka kandungan tersebut bisa saja terlarut dalam air.

 

Reaksi Kimia Penyebab Air Berbau Besi

Air yang mengalir melalui sistem perpipaan  menyebabkan air berbau besi. Air yang mengandung senyawa besi dapat mengalami reaksi kimia dengan senyawa lain yang ada di dalam air, seperti bakteri, sulfur, atau oksigen. Reaksi ini dapat menghasilkan senyawa yang memiliki aroma atau bau besi, seperti hidrogen sulfida (bau seperti telur busuk) atau senyawa organik yang terbentuk dari interaksi besi dan bahan organik.

Zat-Zat Yang Mempengaruhi Bau Besi Pada Air

Air yang berbau besi biasanya mengandung zat-zat tertentu yang memberikan pengaruh bau besi pada air. Beberapa zat yang menjadi faktor air berbau besi yaitu :

Besi Terlarut

Kehadiran besi terlarut dalam air dapat menyebabkan bau besi yang khas. Besi dapat terlarut dalam air dari berbagai sumber, seperti sumber air bawah tanah yang mengandung mineral besi. Jika konsentrasi besi terlarut dalam air tinggi, bau besi dapat menjadi lebih kuat dan terasa.

Hidrogen Sulfida (H2S)

Hidrogen sulfida adalah senyawa yang dapat terbentuk dalam air yang mengandung belerang dan organisme hidup seperti bakteri sulfat-reduksi. Jika air mengandung hidrogen sulfida, bau yang dihasilkan mirip dengan bau telur busuk atau bau tahi.

Senyawa Organik

Beberapa senyawa organik dalam air juga dapat mempengaruhi bau besi. Misalnya, senyawa organik yang berasal dari tanaman atau tumbuhan yang terdekomposisi dapat berinteraksi dengan besi terlarut dalam air dan menghasilkan bau pada air yang tidak sedap.

Bakteri Besi

Bakteri yang hidup dalam air dan bergantung pada besi sebagai sumber energi dapat menyebabkan bau besi. Bakteri ini sering ditemukan dalam air yang mengandung besi terlarut. Bakteri besi dapat mengubah besi terlarut menjadi senyawa besi yang berwarna dan berbau tidak sedap.

Zat Kimia Tertentu

Beberapa zat kimia yang digunakan dalam pengolahan air atau yang berasal dari sistem perpipaan juga dapat mempengaruhi bau besi pada air. Misalnya, zat pengoksidasi atau desinfektan seperti klorin dapat bereaksi dengan besi terlarut dan menghasilkan bau yang tidak sedap.

Apakah Air Berbau Besi Dapat Menyebabkan Masalah Serius?

Air yang berbau besi dalam kebanyakan kasus tidak akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Bau besi pada air umumnya merupakan masalah estetika atau kebersihan daripada masalah kesehatan langsung. Namun, dalam beberapa kasus, terutama jika kandungan besi dalam air sangat tinggi, maka dapat menyebabkan beberapa efek samping yang bisa saja terjadi. Berikut ini beberapa efek sampingnya :

Perubahan Rasa dan Bau

Air yang berbau besi dapat memberikan rasa dan bau yang tidak sedap pada air minum dan makanan yang dimasak dengan air tersebut. Hal ini dapat mempengaruhi pengalaman menyantap makanan dan minuman. Rasa makanan dan minuman menjadi aneh dan kurang enak.

Pengendapan Dan Kerak Besi

Air yang mengandung konsentrasi tinggi besi dapat menyebabkan endapan atau kerak besi pada peralatan dapur, seperti panci dan keran air. Hal ini dapat mempengaruhi kebersihan dan keawetan peralatan tersebut.

Pengaruh pada Kualitas Kulit dan Rambut

Menggunakan air yang mengandung besi berlebihan untuk mandi atau mencuci dapat mempengaruhi kualitas kulit dan rambut. Air berbau besi dapat membuat kulit dan rambut terasa kering, kasar, atau bahkan mengubah warna rambut jika digunakan dalam jangka panjang.

Air Yang Berbau Besi Rendah

Air yang berbau seperti besi dalam jumlah moderat atau rendah umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi. Besi adalah mineral yang penting bagi tubuh, dan kebanyakan orang mendapatkan asupan besi yang cukup melalui makanan. Namun, jika anda punya kekhawatiran tentang air yang mengandung besi, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan saran yang sesuai. Anda bisa menggunakan air dari sumber lain yang lebih aman.

Kondisi Dan Kualitas Air

Penting untuk diingat bahwa kondisi dan kualitas air dapat bervariasi tergantung pada sumber air dan sistem perpipaan di daerah masing-masing. Jika anda merasa air yang anda konsumsi memiliki bau atau rasa yang tidak normal, atau jika anda memiliki masalah kesehatan yang berkaitan dengan air yang anda gunakan, disarankan untuk mencari informasi dari lembaga sumber air setempat atau tenaga medis yang berkompeten.

Tempat Menyimpan Air Yang Tidak Berbau

Air bersih yang diperoleh dari sumber mata air yang bersih perlu tempat penyimpanan agar air tidak mudah berbau besi dan terkontaminasi oleh zat-zat tertentu. Tempat yang bisa dugunakan untuk menyimpan air bersih yang tidak menyebabkan bau pada air yaitu toren air GRAND. Toren air satu ini tidak berbau dan tidak berlendir, sehingga air tidak terkontaminasi dengan zat-zat tertentu dan berbahaya.

Artikel terkait :  Bagaimana Cara Pengelolaan Limbah B3??

Akhir Kata

Selain itu, toren air GRAND ini juga dapat anda letakkan di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Karena toren air GRAND tahan terhadap segala cuaca ekstrim dan suhu tinggi. Toren air GRAND ini juga sudah bersertifikat FDA (Food & Drugs Administration), sehingga air yang tersimpan aman untuk langsung dikonsumsi. Jadi, sekian dulu pembahasan artikel satu ini. Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat untuk anda. Sampai jumpa pada pembahasan menarik selanjutnya.