Tips Mudah Menempatkan Tangki Area Peternakan

Penataan dan penempatan tangki air pada area peternakan merupakan salah satu faktor kunci yang sangat menentukan kelancaran operasional harian dan kesehatan hewan ternak secara keseluruhan.
Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips mudah menempatkan tangki pada area peternakan yaitu:
1. Memilih dan Membangun Fondasi yang Datar, Kokoh, dan Bebas Ambles
Air memiliki bobot yang sangat berat (1000 liter air setara dengan 1 ton beban). Buatlah landasan beton bertulang (pondasi cakar ayam atau cor beton) yang benar-benar rata dan bersih dari tonjolan kerikil tajam.
Landasan yang kokoh mampu mencegah tangkinya miring, terbalik, atau mengalami retak struktur pada bagian dasarnya.
2. Menentukan Posisi Ketinggian untuk Memanfaatkan Gaya Gravitasi
Sistem distribusi air pada peternakan membutuhkan tekanan yang stabil agar bisa mengalir lancar ke tempat minum otomatis dalam kandang.
Tempatkan tangki pada area yang lebih tinggi atau bangun menara penopang (tower) khusus. Ketinggian yang memadai menciptakan tekanan gravitasi alami sehingga pasokan air tetap mengalir deras.
3. Menjaga Jarak Aman dari Area Pengolahan Limbah dan Penampungan Kotoran
Prinsip dasar bio-security peternakan mewajibkan pemisahan tegas antara jalur bahan bersih dan jalur limbah. Pastikan tangki air berjarak minimal 10 sampai 15 meter dari area penumpukan kotoran dan saluran limbah.
4. Memastikan Akses untuk Perawatan dan Pembersihan yang Mudah
Tangki air peternakan harus menguras dan membersihkannya secara berkala agar tidak menjadi sarang endapan lumpur dan kuman.
Sediakan ruang bebas minimal 50 sampai 80 cm pada sekeliling tangki sehingga petugas bisa bergerak leluasa saat membuka tutup, menggosok dinding dalam, maupun memperbaiki sambungan pipa.
5. Memasang Atap Peneduh untuk Melindungi Tangki dari Sinar Matahari
Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari yang mengenai tangki secara terus-menerus bisa mempercepat pertumbuhan lumut dalam air dan membuat materialnya menjadi rapuh.
Buatkan kanopi atau atap peneduh sederhana atas tangki. Pelindung ini mampu menjaga suhu air tetap sejuk dan menekan pertumbuhan lumut.
6. Memilih Lokasi yang Bebas dari Jalur Lalu Lalang Kendaraan dan Ternak Besar
Pada area peternakan, lalu lintas kendaraan pakan, truk pengangkut hasil ternak, dan traktor bergerak secara rutin. Posisikan tangki pada luar zona lintasan utama atau gunakan zona terlindung yang tidak mengganggu jalannya kendaraan operasional.
7. Meminimalkan Jarak Pipa dari Sumber Air Utama dan Penyalurannya
Jalur perpipaan yang terlalu panjang dan berbelok-belok meningkatkan hambatan gesekan air dan menambah risiko kebocoran pipa dalam tanah.
Dengan menempatkan tangki pada titik yang strategis, panjang jalur pipa bisa efisien sehingga menghemat biaya material pipa dan konsumsi listrik.
8. Memperhatikan Sirkulasi Udara dan Sistem Drainase Sekitar Tangki
Area sekitar tempat penampungan air rawan basah akibat genangan air pembilasan atau luapan (overflow). Oleh karena itu, buatkan saluran drainase khusus pada sekeliling fondasi tangki dan pastikan sirkulasi udara di area tersebut lancar.
9. Memperhitungkan Arah Angin dan Paparan Gas Kimia Korosif
Lingkungan peternakan menghasilkan uap gas amonia dan hidrogen sulfida yang cukup tinggi dari kotoran hewan. Amati arah angin dominan pada peternakan dan letakkan tangki di posisi upwind (arah datangnya angin sebelum melewati kandang).
Bahaya Menempatkan Tangki Terlalu Dekat Area Limbah

Penempatan tangki penampungan air pada lokasi peternakan maupun area industri membutuhkan perencanaan tata letak (site layout) yang sangat matang demi menjamin kualitas dan keamanan air simpanan.
Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa bahaya menempatkan wadah penyimpanan terlalu dekat dengan area limbah yaitu:
1. Risko Kontaminasi Bakteri Patogen Berbahaya
Area penampungan limbah kotoran merupakan tempat berkembang biaknya berbagai jenis bakteri patogen yang sangat berbahaya.
Kuman seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Coliform bisa berpindah secara mikroskopis melalui uap air, serangga, atau rembesan tanah.
2. Penurunan Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Ternak
Ternak yang mengonsumsi air terkontaminasi oleh limbah secara terus-menerus akan mengalami penurunan kualitas kesehatan secara drastis.
Paparan racun dan kuman penyakit dari limbah mampu merusak sistem kekebalan tubuh alami ternak.
3. Wabah Penyakit Menular di Seluruh Populasi Peternakan
Air merupakan media penyebaran penyakit yang paling efektif dan cepat dalam suatu area peternakan atau pemukiman.
Satu tangki air tercemar yang menyalurkan airnya ke seluruh titik kandang akan memaparkan patogen ke semua hewan secara bersamaan.
4. Bau dan Rasa Air Menjadi Sangat Menyengat serta Busuk
Gas beracun hasil pembusukan limbah seperti amonia dan hidrogen sulfida memiliki kemampuan menguap dan menyerap ke lingkungan sekitar.
Uap gas menyengat ini bisa merembes melalui celah ventilasi udara tangki air yang berada sangat dekat dengan limbah.
5. Kumpulan Penumpukan Zanimia dan Logam Berat Beracun
Selain bakteri, limbah cair sering kali mengandung konsentrasi nitrat, nitrit, fosfat, dan logam berat yang sangat tinggi.
Rembesan limbah cair pada tanah bisa mengikis atau masuk melalui celah sambungan pipa bawah tangkinya.
6. Mempercepat Perkembangbiakan Parasit dan Jamur Perusak
Lingkungan sekitar area pembuangan limbah umumnya memiliki tingkat kelembapan yang tinggi dan kaya akan bahan organik.
Dengan menaruh tangki pada area kotor tersebut, spora dan parasit bisa dengan mudah menempel pada dinding luar dan masuk ke dalam tangki.
7. Pipa dan Instalasi Penampungan Mudah Mengalami Penyumbatan
Partikel kotoran, kerak organik, dan konsentrasi endapan dari limbah bisa terbawa oleh serangga atau angin menuju area tangki.
Kotoran tersebut bisa masuk ke dalam saluran inlet, outlet, atau katup otomatis penutup air. Endapan kotoran limbah akan menyumbat lubang pipa sehingga sirkulasi air bersih menjadi terganggu.
8. Kerusakan Korosif pada Material Tangki Akibat Paparan Gas Asam
Uap kimia dari limbah, terutama gas amonia dan senyawa sulfur, bersifat korosif terhadap berbagai jenis bahan bangunan.
Paparan uap asam secara terus menerus bisa mengikis lapisan pelindung luar tangki, baik yang berbahan plastik maupun stainless.
9. Pembengkakan Biaya Operasional dan Pengobatan
Dampak domino dari penggunaan air tercemar adalah melonjaknya pengeluaran untuk tindakan kuratif dan pemeliharaan.
Pengelola harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli obat-obatan, memanggil dokter hewan, dan membeli bahan kimia pembersih tangkinya.
Rekomendasi Tangki Air Grand untuk Peternakan

Memilih wadah penampungan air berkualitas menentukan keberhasilan usaha peternakan. Oleh karena itu, pilih saja tangki air merek Grand pada peternakan.
Wadah penyimpanan yang satu ini menggunakan bahan baku berkualitas tinggi HDPE murni tanpa material campuran lainnya.
Hal ini yang menjadikannya memiliki ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Tangki merek Grand menjadi yang pertama dan satu-satunya sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI. Jadi, penyimpanan air akan tetap aman terhindar dari segala kontaminasi kotoran maupun najis.
Wadah penyimpanan merek Grand terdiri dari 3 lapisan perlindungan yang sudah anti lumut dan anti virus. Tangki merek Grand tersedia dalam berbagai pilihan ukuran yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan peternakan masing-masing.
Sekarang ini tangki merek Grand dari Tedmond Groups bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di Balikpapan.
Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi dan pemesanan berbagai tangki merek Grand dari Tedmond Groups, maka bisa langsung hubungi Whatsapp berikut. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!
Penutup
Nah, jadi itulah tadi penjelasan tentang tips penempatan tangki air untuk area peternakan. Untuk penyimpanan airnya yang tepat, maka pakai saja tangki merek Grand dari Tedmond Groups yang terbukti berkualitas tinggi.
Dapatkan tangki merek Grand dari Tedmond Groups di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

