9 Perbedaan Pipa Stainless Steel vs Carbon Steel Terlengkap

Perbedaan Pipa Stainless Steel vs Carbon Steel Terlengkap

Pilih pipa Stainless Steel vs Carbon Steel? Seringkali terdapat pertanyaan mengenai pipa berbahan material stainless steel atau carbon steel yang cocok digunakan. Terutama untuk engineer, designer, atau pekerja industri terkait. Anda juga dapat memilih rekomendasi pipa air terbaik lainnya.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengenai perbedaan yang menonjol antara kedua pipa tersebut agar tidak salah pilih. Scroll down untuk bahasan lengkapnya!

1. Komposisi Bahan Material Pipa Stainless Steel vs Carbon Steel

Terdapat perbedaan menonjol dari aspek komposisi bahan material untuk pipa. Berikut ini penjelasaannya:

Pipa Stainless Steel

Bahan material pipa stainless steel terbuat dari campuran antara nikel, besi, kromium, molibdenum, dan logam lainnya. Lebih tepatnya mengandung setidaknya minimal 10,5% kromium.

Kombinasi logam ini memberikan sifat tahan karat pada baja dan cukup tahan lama untuk aplikasi dengan suhu tinggi. Baja tahan karat ideal untuk diaplikasikan di mana paparan bahan kimia atau kelembaban dapat menyebabkan kerusakan atau kontaminasi karena bersifat tahan terhadap korosi.

Tidak hanya itu, baja tahan karat juga bisa diterapkan dalam aplikasi di mana sifat magnetik perlu dipertimbangkan seperti peralatan pencitraan medis atau sistem pengkabelan listrik.

Pipa Carbon Steel

Pipa carbon steel terbuat dari kombinasi antara besi dan karbon. Komposisi karbon yang variasi tinggi sebesar 2%, sedangkan pipa dengan carbon yang lebih rendah atau menengah memiliki komposisi karbon sampai 0,3%.

Artikel terkait :  Ampuh! Cara Mengeringkan Air Dalam Septic Tank Terbaru

Bahan karbon yang dimiliki mempunyai tingkat karbon yang lebih tinggi dalam campurannya, sehingga membuat pipa lebih keras dan lebih kuat daripada jenis baja lainnya. Namun, hal ini membuat bahan ini lebih rentan terhadap korosi atau keausan.

2. Ketahanan Terhadap Karat Pipa Stainless Steel vs Carbon Steel

Perbedaan Pipa Stainless Steel vs Carbon Steel Terlengkap

Ketahanan pipa stainless steel dan pipa carbon steel berbeda. Pasalnya, pipa stainless steel lebih tahan terhadap karat atau korosi karena mengandung bahan kromium setidaknya minimal 10,5%.

Kromium tersebut mampu membentuk oksida pelindung yang mampu melindungi bahan terhadap korosi. Kromium akan membentuk sebuah lapisan pasif yang berfungsi untuk melindungi permukaan luar stainless steel dari kerusakan.

Berbeda dengan pipa carbon steel, yang lebih rentan terhadap korosi dan karatan karena tidak memiliki bahan yang mampu melindungi terhadap kerusakan di permukaan luar. Sehingga Anda perlu melindungi pipa carbon steel dengan menggunakan cat atau pelapis anti karat untuk menutup permukaan luar.

3. Kekuatan dan Kekerasan Pipa Stainless Steel vs Carbon Steel

Selain dari bahan material, Anda juga perlu mempertimbangkan kekuatan dan kekerasan antara kedua pipa ini. Pasalnya, pipa carbon steel lebih terkenal kuat dibandingkan dengan pipa stainless steel. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa pipa stainless steel juga memiliki kekuatan. Hanya saja, tidak sekuat dari pipa carbon steel.

Hal ini dikarenakan pipa carbon steel terbuat dari bahan yang lebih kuat.

Pipa carbon steel mempunyai kekuatan yang cukup baik dan keras. Ia mampu menahan tekanan yang sangat tinggi dan memiliki hasil akhir yang matte. Namun kekuatannya bervariasi tergantung dari kandungan karbon dan perlakuan panas pada pipa tersebut.

Tidak hanya itu, pipa carbon steel juga mampu menahan suhu yang tinggi. Sedangkan pipa stainless steel memiliki kemampuan yang tahan panas dan reaksi terhadap zat kimia lain kurang sehingga bersifat aman jika diterapkan untuk berbagai jenis fluida.

Artikel terkait :  Jual Tandon Air di Kota Solo, Gratis Ongkir Gak Ribet

4. Perawatan Pipa

Tidak hanya bahan material yang harus dipertimbangkan. Anda juga harus mempertimbangkan dari segi perawatan. Jika dilihat dari segi perawatan, pipa stainless steel lebih mudah dan memiliki sedikit perawatan karena dapat tahan terhadap korosi atau kerusakan lainnya.

Sedangkan pipa jenis carbon steel membutuhkan perawatan yang lebih sering dibandingan pipa stainless steell. Hal ini karena pipa carbon steel mudah berkarat dan rentan terhadap korosi. Sehingga membutuhkan ekstra perawatan yang maksimal

5. Aplikasi dan Penggunaan Umum

Sebelum menerapkan pipa, alangkah lebih baik menentukan untuk apa pipa tersebut digunakan. Sebab, kedua jenis pipa ini cocok digunakan untuk keadaan yang berbeda.

Pipa stainless steel lebih cocok digunakan untuk area yang membutuhkan ketahanan terhadap korosi, karatan, sanitasi, dan kebersihan. Seperti industri makanan dan minuman, petrokimia, farmasi, dan pembangkit listrik.

Sedangkan penggunakan pipa carbon steel sebaiknya digunakan di lingkungan yang tidak terlalu korosif untuk menghindari korosi dan yang tidak membutuhkan kekuatan struktural yang tinggi. Contoh area yang seperti ialah industri konstruksi, infrastruktur, transportasi, minyak dan gas.

6. Harga Pipa

Harga juga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih pipa yang tepat karena menyesuaikan budget yang ada. Pipa stainless steel lebih mahal daripada pipa carbon steel sebab biaya produksi dan bahan yang lebih mahal. Sedangkan carbon membutuhkan biaya produksi yang lebih terjangkau.

Apabila Anda memiliki budget yang minimum, Anda dapat memilih tangki jenis carbon steel untuk menghemat biaya. Namun, perlu diperhatikan lagi untuk biaya perawatannya.

7. Tampilan Pipa

Tampilan juga dapat menjadi salah satu faktor untuk memilih pipa mana yang akan diaplikasikan. Pasalnya, pipa satinless steel lebih mengkilat dan terlihat mewah daripada pipa carbon steel yang bersifat mate.

Jika Anda memilih berdasarkan penampilan, Anda dapat memilih pipa stainless steel.

8. Berat Pipa

Jika dilihat dari berat antara kedua pipa ini. Pipa carbon steel lebih ringan daripada pipa stainless steel. Anda dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan.

Artikel terkait :  Apa Itu HPL Untuk Interior? Ini Detail Ulasannya

9. Magnetis Pipa

Jika pipa diberikan perlakuan panas maka pipa carbon steel akan menjadi magnetis, sedangkan stainless steel tidak. Jika Anda membutuhkan pipa yang non-magnetis, maka idealnya Anda menggunakan pipa stainless steel.

Rekomendasi Jenis Pipa Air Stainless Steel untuk Tandon Air

Jika Anda akan memilih produk pipa stainless steel yang yang ada di toren air, alangkah baiknya Anda memilih tipe pipa stainless steel 304 BA. Pipa ini dapat Anda jumpai pada produk Tangki Air Auto Drain yang di-import dari Jepang dan bersertifikasi:

  • FDA (Food Drugs Administration of United States of America),
  • Halal (Sertifikasi MUI Halal),
  • dan Rekor MUI.

Penutup

Terdapat perbedaan yang signifikan antara pipa Stainless Steel vs Carbon Steel yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menerapkannya sesuai dengan kebutuhan dan faktor yang ada.

Apabila Anda menggunakan ingin memilih tandon air dengan pipa terbaik, Anda dapat memilih Tangki Air Auto Drain yang memiliki ketahanan kuat, bebas kuras, garansi lama, dan bersertifikat halal. Tidak hanya itu, Tangki ini juga memiliki banyak keunggulan daripada produk lain.