Penyebab Air Jadi Kotor dan Cara Mengatasinya

Penyebab Air Jadi Kotor dan Cara Mengatasinya

Air merupakan sumber esensial dan sangat dibutuhkan setiap harinya. Untuk itu, jika terdapat masalah air jadi kotor wajib diketahui penyebab dan cara menanggulanginya.

Adapun contoh penggunaannya adalah seperti mencuci, mandi, memasak, kebutuhan sanitasi, dan keperluan industri lainnya.

Tidak bisa dipungkiri lagi, manusia tidak bisa hidup tanpa air, baik untuk kebutuhan pangan atau kegiatan lainnya.

Namun, terdapat permasalahan air yang perlu diperhatikan seperti air yang dulunya bersih berubah menjadi kotor.

Lantas, apa saja penyebab air menjadi kotor? Bagaimana dampak dari perubahan air ini? Scroll down untuk penjelasan lengkapnya!

Penyebab Air Jadi Kotor

Penyebab Air Jadi Kotor

Apabila dalam rumah tangga Anda tiba-tiba terdapat perubahan warna pada air bersih Anda yang menjadi kotor. Anda perlu memperhatikan masalah ini.

Berikut ini adalah penyebab yang menjadi air menjadi kotor:

1. Pencemaran Lingkungan

Air dalam rumah tangga atau sumber air lainnya bisa saja menjadi kotor karena pencemaran lingkungan seperti limbah industri, limbah domestik, pertanian, atau mengandung zat-zat seperti pestisida, logam berat, dan bakteri.

2. Kerak pada Pipa

Kerak dalam pipa bisa saja menjadi penyebab air dalam rumah Anda menjadi kotor. Biasanya kerak atau endapan ini terbentuk di dalam pipa air yang bersih dan bisa mengakibatkan air terasa kotor atau berbau.

3. Kerusakan Infrastruktur

Pipa air minum yang telah lama digunakan atau sudah rusak bisa membuat air tercemar oleh tanah atau kotoran.

4. Gangguan pada Sumber Air

Terjadi banjir atau musim hujan yang berlebihan bisa mencemari sumber air alami, misalnya sungai atau sumur.

5. Mikroorganisme

Apabila Anda menggunakan tangki atau pipa yang kualitasnya berkurang atau salah pemasangan sehingga terdapat lubang masuknya sinar matahari yang bisa menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bakteri atau alga.

Bakteri atau alga ini yang membuat air menjadi keruh.

Artikel terkait :  Pengertian Dan Jenis Sumber Mata Air, Pahami Dengan Baik!

Cara Mengatasi Air Jadi Kotor

Cara Mengatasi Air Jadi Kotor

Apabila air Anda menjadi kotor, Anda perlu melakukan tindakan berikut untuk mengatasi masalah berikut agar air kembali menjadi bersih:

1. Penjernihan Air

Apabila penyebab air kotor Anda adalah tercemarnya zat-zat tertentu, misalnya logam berat. Anda bisa menjernihaknnya dengan penyaringan atau penjernihan air yang tepat.

2. Perbaikan Infrastruktur

Kerusakan pada infrastruktur harus diperbaiki sesegera mungkin untuk mencegah tanah atau kotoran masuk ke dalam sistem air bersih.

3. Perawatan Rutin

Merawat dan membersihkan tangki air dan pipa air bisa mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Terlebih jika Anda menggunakan tangki air yang lebih berkualitas.

Jika kualitas tangki air Anda rendah, Anda bisa menggunakan tangki air anti lumut dan bakteri untuk menghindari masalah ini.

4. Perlindungan Sumber Air

Sumber air harus dilindungi dari pencemaran yang bisa membuat limbah masuk ke dalamnya.

5. Sumber Air Alternatif

Apabila sumber air Anda tercemar parah dan tidak bisa dibersihkan, Anda bisa menggunakan sumber air alternatif seperti air minum kemasang yang telah diolah sedemikian rupa sehingga bisa menjadi solusi untuk sumber air yang tercemar.

6. Pengujian Air

Pengujian air secara berkala bisa memastikan kualitas air sesuai standar kesehatan.

Jika Anda mendapati air Anda kotor, penting untuk menentukan penyebabnya dan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk mengatasinya agar air yang Anda gunakan aman dan bersih.

Artikel terkait :  Harga Tandon Air Stainless Stell Vertikal Termurah

Parameter Kualitas Air

Kualitas air di suatu penampungan air perlu dilakukan uji tertentu. Ini penting dilakukan apda sumber air yang akan Anda gunakan.

Berikut ini adalah beberapa uji kualitas air yang bisa Anda gunakan:

Uji Fisika untuk Kualitas Air

Parameter yang dibutuhkan untuk uji kualitas air berdasarkan uji fisika adalah kecepatan arus, suhu, kecerahan, dan tinggi air.

Pengukuran parameter pada uji fisika termasuk pengukuran atas benda padat yang ada di sekitar tempat sumber air tersebut.

Uji Kimia untuk Kualitas Air

Pada uji kimia untuk kualitas air diklasifikasikan menjadi kimia anorganik dan kimia organik.

Pengujian secara kimia sangat penting guna mengetahui apakah air dalam penampungan tersebut cukup baik dikonsumsi untuk manusia.

Adapun parameternya meliputi oksigen terlarut (DO), nitrat, nitrit, fosfor, pH, amoniak, kebutuhan oksigen kimiawi (COD), kebutuhan oksigen biokimia (BOD), dan lain-lain.

Uji Biologi untuk Kualitas Air

Indikator yang digunakan untuk mengetahui kualitas air dengan uji biologi adalah jumlah koloni bakteri Fecal Coliform.

Adapun bakteri coliform ini merupakan mikroorganisme yang ada pada kotoran hewan dan manusia. Sehingga, keberadaan bakteri di dalam air akan menunjukkan adanya bakteri patogen lainnya.

Tandon / Tangki / Toren Air Anti Lumut dan Bakteri

Anda bisa menggunakan tangki/toren/tandon air anti lumut dan bakteri untuk mengatasi masalah toren yang berlumut. Sehingga air Anda terjamin kejernihan dan kehigienisannya.

Kenapa memilih tangki air plastik Grand?

Adapun kelebihan tangki air plastik Grand adalah sebagai berikut:

  • Memiliki triple protection yang terdiri dari:
    • Lapisan luar berwarna hitam pada dinding luar toren dengan penstabil UV untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari.
    • Untuk dalamnya berwarna putih agar toren tidak berbau dan tidak berlendir sehingga higienitas air dalam tangki terjaga.
    • Bahan baku bermaterial dengan kualitas tinggi agar lebih kuat, tahan lama, dan awet.
  • Anti lumut dan virus.
  • Bisa ditempatkan di atas rumah atau di permukaan tanah.
  • Tahan benturan.

Penutup

Itulah penyebab air jadi kotor dan cara menanggulanginya dengan tepat. Jika penyebab air kotor adalah toren air Anda yang tidak berkualitas, Anda bisa menggunakan toren air anti lumut dan bakteri yaitu Tangki Air Plastik Grand. Tidak hanya kualitas air yang akan terjaga tetapi kualitas bahan dari toren tersebut juga tahan terhadap benturan.