Macam Macam Bentuk Atap Rumah yang Keren

Macam Macam Bentuk Atap Rumah yang Keren

Atap rumah menjadi salah satu bagian elemen penting dalam pembangunan rumah. Terdapat berbagai macam macam bentuk atap rumah yang dapat Anda terapkan pada rumah Anda. Fungsinya untuk melindungi dari cuaca dan faktor luar, serta menambah nilai estetika suatu bangunan.

Dari berbagai jenis atap rumah tentu memiki kelebihan dan kekurangan dan fungsinya masing-masing. Penjelasan lengkap dapat Anda temukan pada artikel ini. Scroll down terus yaa!

Macam Macam Bentuk Atap Rumah yang Populer

Berikut ini adalah macam macam bentuk atap rumah yang paling populer:

1. Atap Datar (Flat Roof)

Atap Datar merupakan salah satu jenis atap yang seluruhnya atau sebagian besar memiliki permukaan datar. Meskipun, terdapat sedikit kemiringan untuk mempermudah pengaliran air yang berfungsi untuk mengalirkan air dengan mudah ketika musim hujan dengan mudah. Selain itu, juga terdapat beberapa atap datar yang tidak memiliki kemiringan sama sekali.

Atap Datar menjadi salah satu atap yang sering diaplikasikan pada desain rumah modern. Namun, untuk menggunakan atap jenis ini memerlukan peresapan air yang baik lho. Gunanya agar tidak ada air yang menggenang.

2. Atap Pelana (Gable Roof)

Atap pelana (Gable roof) merupakan atap yang paling populer untuk proyek konstruksi. Jenis atap ini memiliki bentuk segitiga yang memiliki 2 kemiringan saling bertemu yang biasa disebut sebagai pelana. Atap ini sering direpresentasikan sebagai atap segitiga yang sederhana. 

Artikel terkait :  Produsen Kubus Apung HDPE Indonesia Untuk Pelampung Dermaga

Terdapat ciri khas pada atap Pelana yaitu sisi kemiringan yang curam yang dapat mengalirkan air hujan dengan baik. Sehingga efektif digunakan ketika musim salju atau lingkungan beriklim dingin.

Adapun kelebihan dari atap Pelana adalah sebagai berikut:

  • Memiliki drainase air yang baik.

  • Terdapat ruang atap tambahan pada struktur atap Pelana.

  • Bentuk kemiringan yang curam pada atap Pelana mampu menahan beban dari salju.

  • Memiliki nilai estetika yang baik dan menarik sehingga sering diaplikasikan pada rumah bangunan biasa atau komersil.

3. Atap Tiga Air (Hip Roof)

Atap Hip Roof sebagai atap penyempurna bentuk atap pelana yang memiliki 2 bidang kemiringan berbentuk trapesium. Kemiringan pada hip roof memiliki kemiringan yang sama antar 2 bidang yang berbentuk segitiga siku-siku.

Hip Roof didesain dengan rangka yang banyak dibandingkan dengan atap Pelana. Namun, jika dilihat dari segi estetika, atap ini lebih menarik dari atap Pelana. Perlu diingat, hip roof memiliki kekurangan yaitu adanya risiko bocor lebih tinggi, menginat dari adanya sambungan yang banyak pada rancangannya.

Di samping itu, hip roof memiliki kelebihan yaitu bentuk yang ada pada bagian atapnya (sudul 30-40 derajat) mampu melindungi dinding rumah pada bagian luar rumah dari panasnya terik matahari. Sehingga dapat meminimalisir risiko kerusakan pada bangunan karena sudut tersebut dapat membelokkan arah angin ke atas.

4. Gabungan Atap Pelana dan Limasan (Gambrel Roof)

Grambel Roof merupakan jenis atap gabungan dari atap Pelana dan Limasan yang sering diaplikasikan pada bangunan tradisional atau kolonial. Atap ini sering muncul di film-film Amerika. Bentuk kemiringan pada Gambrel Roof memiliki kemiringan yang berbeda yaitu bagian bawah yang cenderung curam dan bagian atas lebih landai.

Artikel terkait :  Daftar Harga Air Conditioner Portable 1/2 PK All Kapasitas Terbaru

5. Atap Mansard (Mansard Roof)

Atap Mansard (Mansard Roof) merupakan jenis desain atap yang memiliki ciri khas bentuk dua kemiringan atau lebih pada setiap sisi atap. Nama atap ini diambil dari arsitek Prancis abad ke-17 bernama François Mansart, yang pertama kali melopori secara luas pada bangunan-bangunan di Paris pada zaman tersebut.

6. Atap Bentuk L (L-Shaped Roof)

Atap Bentuk L (L-Shaped Roof) merupakan jenis desain atap yang mengkombinasikan dua bagian atap dengan bentuk huruf “L.” L-Shaped Roof biasa diaplikasikan pada bangunan khususseperti bangunan desain L-shaped atau bangunan yang memanfaatkan dua sayap berbeda.

7. Atap Cembung (Curved Roof)

Curved Roof memiliki ciri khas pada bentuknya yang cembung atau melengkung. Berbeda dengan jenis atap lainnya, Atap cembung  memiliki bentuk yang melengkung secara horizontal, mirip dengan bentuk busur atau kubah.

8. Atap Jerami (Thatched Roof)

Thatched Roof adalah jenis atap tradisional yang terbuat dari jerami atau rumput kering yang diikat bersama dan dipasang sebagai pelindung atas bangunan. Jenis atap jerami telah digunakan selama berabad-abad sebagai solusi sederhana untuk melindungi dari cuaca dan lingkungan sekitar.

Atap jerami masih Anda temukan pada daerah pedesaan yang agak tertinggal oleh zaman atau bisa ditemukan di sekitar sawah. Atap ini sudah tidak digunakandi arsitektur atau bangunan modern.

9. Atap Sandar

Atap Sandar mempunyai bentuk satu bidang atap yang menempel pada tembok vertikal dan membuat seolah-olah tampak rumah menjadi asimetris.

Rekomendasi Atap Rumah Ramah Lingkungan Grand Roof

Macam Macam Bentuk Atap Rumah yang Keren

Atap rumah ramah lingkungan yang tidak mengeluarkan racun adalah Grand Roof. Grand Roof didesain dengan bahan yang lentur sehingga tidak akan mudah rusak meskipun tertimpa barang atau benda berat. Harga yang ditawarkan juga termasuk terjangkau untuk semua kalangan. Sehingga Anda dapat menikmati atap rumah yang aman untuk hunian Anda.

Artikel terkait :  Bagaimana Cara Menentukan Tempat Terbaik untuk Tangki Pendam?

Kelebihan Atap Rumah Grand Roof

Adapun kelebihan dari atap rumah Grand Roof adalah:

  • Ramah lingkungan karena merupakan inovasi Go Green.
  • Tidak mengandung racun.
  • Tekstur lentur tidak mudah rusak.
  • Instalasi mudah.
  • Tahan terhadap benturan sehingga tidak menimbulkan suara berisik ketika tertimpa suatu benda seperti air hujan.
  • Atapnya anti karat.

Penutup

Itulah macam macam bentuk atap rumah yang dapat Anda pilih untuk menghiasi atap rumah Anda. Anda juga dapat menggunakan Grand Roof yang ramah lingkungan dengan konsep Go Green.