Desain Atap Rumah Paling Mudah: Flat Roof (Atap Datar)
Atap datar atau yang terkenal dengan istilah teknis Flat Roof, adalah salah satu desain atap yang paling ikonik dalam arsitektur modern dan minimalis.
Meskipun namanya “datar”, komponen penutup ini sebetulnya tidak benar-benar horizontal 100%. Atap ini memiliki rancangan dengan kemiringan yang sangat landai, biasanya antara 1 hingga 10 derajat.
Kemiringan minimal ini berfungsi penting untuk memastikan air hujan bisa mengalir ke sistem drainase yang sudah siap. Atap Flat Roof memberikan tampilan rumah yang bersih dan geometris.
Desain ini sangat populer karena kesederhanaannya yang mendukung garis-garis tegas arsitektur kontemporer. Flat Roof sendiri terdiri dari beberapa lapisan penting, termasuk struktur rangka penyangga yang kuat.
Karena tidak memiliki kemiringan curam, beban air pada atap datar harus mengelolanya dengan sangat baik. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari desain atap flat roof yaitu:
1. Kelebihan Desain Atap Flat Roof
Struktur rangka atap datar cenderung lebih sederhana. Oleh karena itu, kebutuhan material kayu atau baja pun lebih sedikit. Permukaan datar memudahkan pergerakan para pekerjanya.
Maka dari itu waktu instalasi atap bisa mempersingkatnya dengan signifikan. Permukaan atap bisa mengubahnya menjadi area fungsional. Contohnya adalah teras atas (rooftop) atau taman gantung (green roof).
Desain flat roof sendiri menawarkan tampilan rumah yang sangat bersih dan minimalis. Desainnya mampu menonjolkan bentuk bangunan secara keseluruhan.
Akses untuk perawatannya sendiri praktis, sehingga memberikan kemudahan dalam perbaikan atau pembersihan. Jenis desain flat roof sendiri cocok untuk area pemasangan panel surya.
Karena jenis desainnya yang datar, hal ini mampu meminimalisir risiko kerusakan akibat angin badai menjadi minimal.
2. Kekurangan Desain Atap Flat Roof
Meskipun ada kemiringan, air sangat mungkin terperangkap pada permukaan. Genangan air ini harus segera mengatasinya.
Jika genangan air terjadi terus menerus, lapisan waterproofing akan cepat rusak. Kebocoran pun menjadi ancaman utama.
Investasi pada material anti air yang mahal adalah suatu keharusan, hal ini karena adanya genangan. Atap datar langsung terpapar sinar matahari penuh tanpa sirkulasi udara di bawahnya.
Lapisan pelindung harus memeriksanya secara rutin setiap beberapa tahun. Untuk ketahanan maka perlu pelapisan ulang agar terjaga ketahanannya.
Desain Atap Rumah Shed Roof (Atap Miring)
Desain Shed Roof atau yang sering menyebutnya atap sandar adalah salah satu solusi yang paling sederhana. Atap ini hanya terdiri dari satu bidang permukaan miring saja.
Kemiringannya ini biasanya jauh lebih curam daripada atap datar. Oleh karena itu, Shed Roof memberikan tampilan yang dinamis dan kontemporer.
Desain ini sangat populer dalam arsitektur modern, industrial, atau rumah bergaya cabin minimalis. Struktur Shed Roof sangat mudah dalam konstruksinya.
Rangka atapnya hanya membutuhkan balok utama dan kaso yang terpasang pada ketinggian berbeda. Satu sisi dinding rumah menjadi lebih tinggi. Sementara itu, sisi dinding lainnya pembuatannya lebih rendah.
Perbedaan ketinggian ini menciptakan kemiringan yang jadi keperluan desain tersebut. Karena desainnya yang minimalis, Shed Roof sering penggunaannya pada bangunan tunggal.
Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari desain atap Shed Roof yaitu:
1. Kelebihan Desain Atap Shed Roof
Atap ini memiliki struktur rangka paling dasar. Oleh karena itu, pemasangan komponen bisa melakukannya dengan cepat.
Kemiringan yang curam menjamin air hujan mengalir deras ke satu sisi. Risiko genangan atau kebocoran menjadi sangat kecil. Sisi dinding yang lebih tinggi bisa menampung jendela besar.
Jendela tinggi ini memasukkan cahaya alami ke dalam ruangan. Aliran air yang cepat sangat cocok untuk daerah tropis, mencegah masalah jamur dan lumut.
Pemakaian panel surya bisa mengarahkannya ke satu bidang atap ke arah yang optimal. Tinggi plafon yang berbeda menciptakan ruang udara, mendorong udara panas naik dan keluar.
Desainnya yang asimetris memberikan sentuhan unik. Tampilan rumah terlihat segar, modern, dan tidak monoton.
2. Kekurangan Desain Atap Shed Roof (Sandar)
Sisi atap yang tinggi bisa menangkap angin kencang secara langsung. Desain atap ini harus memperkuatnya secara struktural.
Sisi atapnya yang tinggi bisa menangkap angin kencang secara langsung. Desain atap ini harus memperkuatnya secara struktural.
Pada desain ini mengharuskan salah satu sisi rumah memiliki dinding yang jauh lebih tinggi. Hal ini mungkin kurang banyak orang yang suka dari segi keindahan.
Tidak seperti atap datar, permukaan miring tidak bisa mengubahnya menjadi rooftop atau taman. Untuk bentang yang besar, satu bidang atap memerlukan material penutup yang utuh.
Berbagai Keunggulan Atap UPVC Grand Luxe
Untuk pilihan atapnya, maka bisa menggunakan atap UPVC merk Grand Luxe. Komponen penutup UPVC merk Grand Luxe ini memiliki struktur rongga.
Hal inilah yang menjadikannya memiliki ketahanan sangat bagus terhadap panas dan lebih kedap suara. Atap UPVC merk Grand Luxe sendiri tidak merambatkan api.
Hal inilah yang memberikan keamanan dan perlindungan terhadap bangunan atau rumah. Warnanya sendiri awet dan tahan terhadap bahaya sinar UV (matahari).
Bahkan pada saat ini atap UPVC merk Grand Luxe bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di Balikpapan.
Untuk pemesanan dan spesifikasi dari atap UPVC merk Grand Luxe, bisa langsung hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.



