Sebenarnya Air PDAM Mengandung Apa Saja?
Memahami komposisi kimiawi dan biologis dari sumber air utama merupakan langkah awal sangat penting untuk melindungi kesehatan.
Para pengguna rupanya masih merasa khawatir mengenai keamanan zat yang digunakan selama proses pengolahan air pada instalasi pusat.
Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, sebenarnya air PDAM mengandung zat apa saja?
1. Mikroorganisme dan Sisa Bakteri Alami
Kandungan pertama adalah berbagai jenis mikroorganisme yang secara alami hidup pada sumber air baku seperti sungai atau waduk.
Pihak pengelola akan melakukan proses filtrasi dan desinfeksi guna membasmi bakteri berbahaya seperti E. coli.
2. Zat Klorin
Zat klorin sengaja menambahkannya ke dalam air guna membunuh virus serta kuman penyakit berbahaya bagi manusia. Klorin merupakan disinfektan efektif yang menjaga air tetap steril selama menempuh perjalanan jauh.
3. Mengandung Kloramin pada Air PDAM
Kloramin yang merupakan turunan dari klorin, penggunaannya karena sifatnya yang lebih stabil dan tahan lama di dalam air. Zat ini berfungsi mencegah pertumbuhan kembali bakteri jika air harus berdiam lama dalam tangki.
4. Kaporit (Kalsium Hipoklorit)
Kaporit sering menggunakannya sebagai agen penjernih guna mengikat partikel kotoran dan lumpur yang terbawa dari sumber airnya. Penggunaan kaporit membantu meningkatkan kejernihan air sehingga tidak terlihat keruh.
5. Arsenik dalam Kadar Sangat Rendah
Unsur arsenik terkadang terdeteksi dalam kadar yang minimal akibat rembesan mineral alami dari bebatuan pada sumber air.
6. Residu Merkuri akibat Polusi Lingkungan
Merkuri bisa saja masuk ke sumber air jika terjadi polusi limbah industri atau aktivitas tambang pada hulu sungai. Instalasi pengolahan air sudah lengkap dengan sistem filtrasi karbon aktif guna menyerap sisa logam berat.
7. Mineral Kalsium dan Magnesium
Air pipa biasanya mengandung mineral alami seperti kalsium yang sering kali menyebabkan munculnya kerak putih pada peralatan masak. Kandungan mineral ini bisa memengaruhi rasa serta kejernihan air saat merebusnya.
8. Endapan Zat Besi dari Karat Pipa
Jika pipa penyaluran pada lingkungan tersebut sudah berusia tua, maka partikel karat atau zat besi bisa saja terlarut. Hal inilah yang sering menyebabkan air berwarna sedikit kecokelatan saat pertama kali keran terbuka.
Berbagai Fakta dan Mitos Tentang Air PDAM
Memahami kualitas air yang mengalir ke berbagai area merupakan hal sangat penting guna menjamin kesehatan dan keamanan seluruh penggunanya.
Banyak sekali simpang siur informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai keamanan konsumsi air dari pipa penyalur daerah.
Oleh karena itu, berikut ini ada berbagai fakta dan mitos tersendiri tentang air PDAM yaitu:
1. Mitos: Bau Kaporit Menandakan Air Beracun
Fakta yang benar adalah aroma kaporit yang tercium justru menunjukkan bahwa air tersebut masih memiliki perlindungan aktif terhadap kuman.
2. Fakta: Air Harus Direbus Hingga Mendidih Sempurna
Benar adanya bahwa air keran di Indonesia belum bisa langsung minum tanpa melalui proses pemanasan hingga mencapai suhu 100 derajat.
Perebusan bertujuan untuk memastikan sisa mikroorganisme yang mungkin masuk selama penyaluran pipanya.
3. Mitos: Air Pipa Mengandung Cacing Sejak dari Pusat Pengolahan
Faktanya, pusat pengelolaan menggunakan sistem filtrasi pasir cepat yang sangat rapat sehingga cacing tidak mungkin bisa lolos masuk.
4. Fakta: Air Bisa Berubah Menjadi Keruh Saat Hujan Lebat
Benar bahwa curah hujan yang sangat tinggi bisa memengaruhi kejernihan air baku pada sungai yang menjadi sumber utama pengelolaannya.
5. Mitos: Kandungan Klorin Menyebabkan Kerusakan Ginjal
Faktanya, kadar klorin yang penggunaannya dalam pengelolaan air sudah diatur secara sangat ketat agar tetap berada pada ambang aman.
6. Fakta: Endapan Putih pada Panci Adalah Mineral
Benar bahwa munculnya kerak putih setelah memasak air merupakan tanda bahwa airnya mengandung mineral kalsium dan magnesium yang tinggi.
7. Mitos: Air Pipa Lebih Kotor Daripada Air Sumur Gali
Faktanya, air pipa justru lebih terkontrol kualitasnya karena terpantau oleh laboratorium dibandingkan air sumur warga. Airnya dari sumber sumur sangat rentan terkontaminasi bakteri dari septic tank yang letaknya terlalu dekat.
8. Fakta: Tangki Penyimpanan Memengaruhi Rasa dan Bau Air
Benar bahwa kondisi tandon atau toren yang jarang mengurasnya akan mengubah kualitas air bersih baru masuk. Lumut dan endapan lumpur yang menempel pada dinding tangkinya bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri baru.
Berbagai Keunggulan Tangki Air Merk Prime
Salah satu produk penyimpanan air yang bisa menjadi rekomendasi adalah pakai tangki merk Prime. Tangki yang satu ini punya banyak keunggulan tersendiri.
Wadah penyimpanan merk Prime sendiri bahan bakunya menggunakan HDPE murni berkualitas tinggi. Sehingga mampu menampung cadangan air dengan aman walaupun terpapar berbagai perubahan cuaca ekstrem setiap harinya.
Tangki air merk Prime sendiri bagian dindingnya tebal dan kuat. Hal ini menjadikan dalam penyimpanan airnya aman dari bocor atau retak.
Tangki dengan merk Prime sendiri sudah anti lumut dan anti virus. Sehingga mampu menampung air bersih dengan aman tanpa khawatir terkontaminasi berbagai zat berbahaya.
Bahkan, tangki merk Prime sendiri harganya terjangkau dan ramah di kantong. Pada saat ini berbagai produk Tedmond Groups bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di Balikpapan.
Untuk informasi mengenai pemesanan dan spesifikasi dari tangki merk Prime, bisa langsung hubungi Whatsapp berikut.
Penutup
Nah, jadi itulah tadi penjelasan tentang sebenarnya air PDAM mengandung zat apa saja. Untuk pilihan tangkinya, gunakan saja tangki merk Prime yang sudah jelas kualitasnya.
Dapatkan tangki merk Prime di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.



