Mengapa Air Tangki Berubah Warna Keruh

Mengapa Air Tangki Berubah Warna Keruh
Air Tangki Berubah Warna – Air yang tersimpan dalam tangki seharusnya tetap terlihat jernih dan tidak berbau. Namun, air pada tangki berubah warna bisa terjadi karena berbagai faktor.
Perubahan warna sering menjadi tanda adanya endapan, kotoran, atau masalah pada sumber air. Airnya yang keruh tidak selalu berarti tangkinya mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut bisa memicunya oleh air masuk yang membawa pasir dan lumpur. Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam tentang kenapa air pada wadah penyimpanan bisa berubah warna. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut sampai tuntas. 

Penyebab Utama Air Tangki Berubah Keruh

Penyebab Utama Air Tangki Berubah Keruh
Penyebab Utama Air Tangki Berubah Keruh

Masalah air yang mendadak berubah keruh dari dalam wadah penyimpanan sering kali bikin panik dan mengganggu aktivitas harian.

Padahal, saat mengalirkannya dari sumber utama seperti PDAM, kondisi air awal bisa jadi tampak jernih dan bersih tanpa indikasi masalah sama sekali. Apa saja penyebab utama air pada wadah penyimpanan berubah keruh?

1. Endapan Pasir dari Sumber Air

Pasir bisa masuk bersama air dari sumur atau sumber tertentu. Selain itu, partikel tersebut bisa mengendap ketika air membiarkannya dalam tangki. Akibatnya, air terlihat keruh ketika endapan kembali tercampur.

2. Lumpur Masuk ke Tangki

Lumpur bisa terbawa melalui saluran air yang tidak bersih. Selain itu, kondisi tersebut sering terjadi setelah hujan deras pada sumber air tertentu. Kemudian, lumpur akan mengendap pada dasar tangki.

3. Tangki Jarang Membersihkannya

Endapan bisa terus bertambah apabila wadah penyimpanan tidak pernah membersihkannya. Selain itu, kotoran lama bisa tercampur kembali ketika air masuk dengan tekanan tinggi.

4. Tutup Tangki Tidak Rapat

Tutup yang longgar memungkinkan debu dan kotoran masuk ke dalam tangki. Selain itu, serangga juga bisa masuk melalui celah yang terbuka. Akibatnya, kualitas air bisa menurun selama penyimpanan.

5. Paparan Debu dan Lingkungan

Tangki yang menempatkannya pada area berdebu lebih mudah terkena kontaminasi. Selain itu, kotoran dari lingkungan bisa masuk ketika tutup terbuka.

6. Pertumbuhan Lumut

Lumut bisa berkembang ketika cahaya masuk dan kondisi mendukung. Selain itu, paparan sinar matahari bisa meningkatkan peluang pertumbuhan organisme tertentu.

7. Karat dari Komponen Pipa

Partikel karat bisa berasal dari pipa atau sambungan berbahan logam. Selain itu, material yang sudah mengalami korosi bisa melepaskan partikel ke dalam air. Akibatnya, air bisa terlihat kekuningan atau kecokelatan.

8. Kualitas Sumber Air Berubah

Air yang masuk ke wadah penyimpanan bisa mengalami perubahan kualitas. Selain itu, perubahan tersebut bisa terjadi karena kondisi sumur atau jaringan penyaluran.

9. Tangki Mengalami Kerusakan

Permukaan tangki yang rusak bisa meningkatkan risiko masuknya kotoran. Selain itu, retakan atau sambungan bermasalah bisa menjadi jalur kontaminasi.

10. Pipa dan Filter Tidak Terawat

Filter yang kotor bisa menumpuk partikel sebelum air masuk tangki. Selain itu, pipa yang lama tidak memeriksanya maka bisa menyimpan endapan. Akibatnya, kotoran dapat kembali terbawa ke dalam tangki.

Cara Mencegah Air Tangki Berubah Warna

Cara Mencegah Air Tangki Berubah Warna
Cara Mencegah Air Tangki Berubah Warna

Air tangki yang mendadak berubah warna baik menjadi kekuningan, keruh, maupun agak kehijauan merupakan indikasi kuat adanya kontaminasi atau pertumbuhan organisme dalam penampungan.

Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas kebersihan air untuk kebutuhan harian, tetapi juga berisiko merusak instalasi pipa dan peralatan rumah tangga. Nah, berikut ini ada beberapa cara mencegah air pada tangki berubah warna yaitu:

1. Bersihkan Tangki Secara Berkala

Pembersihan membantu mengurangi endapan yang terkumpul pada dasar tangki. Bagian dalam tangki bisa memeriksanya saat proses tersebut melakukannya. Karena itu, jadwal pembersihan sebaiknya sudah sesuai kondisi sumber air.

2. Pastikan Tutup Selalu Rapat

Tutup rapat bisa membantu mengurangi masuknya debu dan benda asing. Selain itu, wadah tertutup bsia membantu mengurangi risiko kontaminasi ulang. Oleh karena itu, kondisi tutup perlu memeriksanya setelah pembersihan tangki.

3. Periksa Kondisi Pipa

Pipa yang rusak bisa membawa partikel menuju wadah penyimpanannya. Sambungan yang berkarat bisa menjadi sumber perubahan warna. Karena itu, jalur perpipaan perlu memeriksanya ketika air tiba-tiba berubah warna.

4. Gunakan Filter Sesuai Kebutuhan

Filter bisa membantu menahan partikel tertentu sebelum air masuk ke wadah penyimpanannya. Selain itu, jenis filter harus memilihnya berdasarkan karakter air. Pemeriksaan kualitas air perlu melakukannya terlebih dahulu.

5. Kurangi Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari langsung bisa meningkatkan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur. Lokasi tangki sebaiknya terlindung dari paparan berlebihan.

Area sekitar tangki bisa membuatnya lebih teduh. Namun, ventilasi dan akses perawatan tetap harus mempertahankannya.

6. Periksa Sumber Air

Sumber air perlu memeriksanya ketika kekeruhan muncul berulang. Kondisi sumur bisa berubah akibat musim atau lingkungan sekitar. Pemeriksaan sumber airnya bisa membantu menentukan tindakan yang tepat.

7. Jangan Memasukkan Benda Kotor

Tangan dan alat yang kotor bisa membawa kontaminan ke dalam air. Selain itu, benda yang dimasukkan bisa mengganggu kebersihan tangki. Karena itu, bagian dalam tangki sebaiknya tidak menyentuhnya sembarangan.

8. Bersihkan Filter Secara Teratur

Filter bisa menangkap partikel dari air sebelum masuk ke wadah penyimpanan. Namun, media yang terlalu kotor bisa mengurangi kinerja penyaringan.

Karena itulah, filter perlu memeriksanya sesuai jenis dan masa pakainya. Media penyaringan yang sudah tidak layak perlu menggantinya.

9. Periksa Warna Air Secara Rutin

Perubahan warna bisa menjadi tanda awal adanya masalah. Selain itu, perubahan mendadak lebih mudah tertangani jika segera mengetahuinya. Kondisi air sebaiknya mengamatinya secara rutin. Perhatikan juga bau, rasa, dan keberadaan partikel.

10. Gunakan Tangki yang Mudah Dirawat

Desain tangki turut memengaruhi kemudahan perawatan. Selain itu, akses pengurasan bisa membantu mengurangi pekerjaan saat pembersihan. Karena itulah, fitur drain bisa menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih tangki.

Simpan Air Aman di Tangki Stainless Vertikal Grand!

Simpan Air Aman di Tangki Stainless Vertikal Grand!
Simpan Air Aman di Tangki Stainless Vertikal Grand!

Untuk penyimpanan air yang aman, maka serahkan saja pada tangki stainless vertikal merek Grand. Wadah penyimpanan yang satu ini bahan bakunya menggunakan stainless steel tipe 304 Bright Annealed.

Bagian permukaannya yang mengkilap, memudahkan saat pembersihannya karena noda tidak mudah menempel. Tangki stainless vertikal merek Grand materialnya berkualitas tinggi dan impor langsung dari Jepang.

Hal ini menjadikannya punya ketahanan terhadap segala perubahan cuaca ekstrem dan suhu tinggi. Tangki stainless vertikal merek Grand ini bagian bawahnya ada sistem bebas kuras.

Maka dari itu, pembersihan maupun perawatannya jauh lebih mudah karena tidak perlu repot mengurasnya. Wadah penyimpanan stainless steel vertikal merek Grand sendiri tersedia dalam berbagai pilihan ukuran.

Yang tidak kalah menarik, tangki satu ini tahan terhadap karat dan lumut. Jadi, penyimpanan air akan tetap aman dan bersih.

Baca juga: Di Mana Posisi Aman Memasang Tangki Air

Sekarang ini tangki stainless vertikal merek Grand dari Tedmond Groups bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di Balikpapan.

Informasi lebih lanjut mengenai tangki stainless vertikal merek Grand dari Tedmond Groups, maka bisa langsung hubungi Whatsapp berikut. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!

Pesan Sekarang

Penutup

Jadi demikianlah ulasan tentang mengapa air pada tangki bisa berubah warna. Untuk wadah penyimpanan air yang berkualitas dan aman, gunakan saja tangki stainless vertikal merek Grand. Dapatkan tangki stainless vertikal merek Grand di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.