Kriteria Tangki yang Cocok untuk Area Perkebunan

Tangki air yang tepat bisa membantu menyediakan cadangan air ketika pasokan utama berkurang. Namun, pemilihannya perlu menyesuaikan dengan kondisi perkebunan. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa kriteria tangki yang cocok untuk area perkebunan yaitu:
1. Kapasitas Sesuai Kebutuhan Air
Hitung kebutuhan air harian tanaman sebelum memilih kapasitas tangkinya. Perkebunan kecil mungkin cukup menggunakan satu tangki berkapasitas terbatas. Sebaliknya, lahan luas membutuhkan kapasitas penyimpanan lebih besar atau beberapa tangki.
2. Material Kuat dan Tahan Lama
Wadah penyimpanan air perkebunan sering menempatkannya pada luar ruangan. Oleh karena itu, materialnya perlu mampu menghadapi perubahan cuaca dan penggunaan rutin. Tangki berbahan plastik berkualitas bisa menjadi pilihan untuk kebutuhan penyimpanan air.
3. Perlindungan terhadap Sinar Matahari
Selanjutnya, perhatikan perlindungan wadah penyimpanan terhadap sinar matahari langsung. Paparan berkepanjangan bisa memengaruhi ketahanan material, tergantung jenis bahan dan kualitas produk. Pilih tangki dengan keterangan perlindungan UV apabila akan memasangnya pada area terbuka.
4. Membantu Menghambat Pertumbuhan Lumut
Lumut bisa tumbuh ketika cahaya mencapai air dan kondisi dalam wadah penyimpanan mendukung pertumbuhannya.
Sebaiknya pilih tangki dengan fitur yang membantu menghambat pertumbuhan lumut. Wadah penyimpanan yang mampu membatasi masuknya cahaya bisa membantu menjaga kondisi penyimpanan air.
5. Memiliki Penutup yang Rapat
Wadah penyimpanan sebaiknya lengkap dengan penutup yang sesuai dengan desain produsennya. Penutup membantu mengurangi masuknya debu, serangga, daun, dan kotoran dari luar. Pastikan penutup terpasang dengan benar setelah pengisian atau pemeriksaan.
6. Memiliki Saluran Masuk dan Keluar yang Sesuai
Saluran masuk atau inlet penggunaannya untuk mengisi wadah penyimpanan. Sementara itu, saluran keluar atau outlet menyalurkan air menuju jaringan distribusi. Pilih ukuran sambungan yang sesuai dengan pipa dan debit yang jadi kebutuhan.
7. Mudah Menguras dan Membersihkannya
Endapan bisa terbentuk ketika air mengandung partikel tanah atau kotoran. Oleh sebab itu, periksa posisi saluran pembuangan dan pastikan aksesnya tidak terhalang tanaman. Selain itu, jadwalkan pemeriksaan berdasarkan kondisi air dan intensitas pemakaian.
8. Sesuai dengan Sistem Irigasi
Wadah penyimpanan harus menyesuaikan dengan metode penyiraman yang digunakan. Sistem irigasi tetes, selang, dan sprinkler mempunyai kebutuhan debit serta tekanan yang berbeda. Jika tangki menempatkannya lebih tinggi, gravitasi bisa membantu mengalirkan air.
9. Memiliki Garansi dan Layanan Aftersales
Garansi menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli wadah penyimpanan untuk penggunaan jangka panjang. Periksa masa berlaku, cakupan perlindungan, serta ketentuan klaim yang ditetapkan produsen. Selain itu, pastikan informasi produk dan layanan aftersales mudah memperolehnya.
10. Penempatan Aman dan Mudah Menjangkaunya
Terakhir, tentukan lokasi pemasangan sebelum membeli wadah penyimpanannya. Area pemasangan harus mempunyai dasar yang stabil dan mampu menahan beban wadah penyimpanannya ketika terisi penuh. Hindari menempatkan tangki pada jalur kendaraan atau lokasi yang menghambat pekerjaan kebun.
Cara Menghitung Kebutuhan Air Harian Tanaman

Kebutuhan air menjadi dasar penting untuk menentukan kapasitas penyimpanan. Namun, setiap tanaman mempunyai kebutuhan yang berbeda.
Cuaca, jenis tanah, tahap pertumbuhan, dan metode penyiraman juga memengaruhi jumlah airnya. Berikut ini ada beberapa cara menghitung kebutuhan air harian tanaman yaitu:
1. Tentukan Luas Area yang Disiram
Pertama, catat luas lahan yang benar-benar membutuhkan pengairan. Jangan langsung menggunakan luas keseluruhan perkebunan jika sebagian area tidak tertanam.
Sebagai contoh, luas area yang tersiram mencapai 1.000 meter persegi. Angka tersebut bisa menggunakannya sebagai dasar perhitungan awal.
2. Identifikasi Jenis Tanaman
Selanjutnya, tentukan jenis tanaman yang dibudidayakan. Kelapa sawit, kopi, kakao, sayuran, dan tanaman buah mempunyai karakteristik kebutuhan air berbeda.
Periksa panduan budidaya yang sesuai dengan komoditas tersebut. Dengan begitu, perkiraan air tidak hanya berdasarkan pada luas lahan.
3. Perhatikan Tahap Pertumbuhan
Tanaman muda dan tanaman dewasa belum tentu membutuhkan jumlah air yang sama. Selain itu, kebutuhan air bisa berubah selama fase pertumbuhan. Karena itulah, sesuaikan jadwal penyiraman dengan tahap perkembangan tanaman.
4. Periksa Kondisi Cuaca
Cuaca panas bisa meningkatkan kehilangan air melalui penguapan dan transpirasi. Sebaliknya, hujan yang cukup bisa mengurangi kebutuhan penyiraman tambahan. Oleh sebab itu, perhatikan prakiraan cuaca dan curah hujan setempat.
5. Kenali Jenis Tanah
Jenis tanah memengaruhi kemampuan lahan menyimpan air. Tanah berpasir umumnya lebih cepat meloloskan air daripada tanah dengan kandungan liat lebih tinggi. Karena itulah, periksa kelembapan tanah sebelum menentukan jadwal penyiraman.
6. Tentukan Kebutuhan Air per Luas Lahan
Untuk perkiraan awal, kebutuhan air bisa menyatakannya dalam milimeter per hari. Satu milimeter air yang tersebar merata pada satu meter persegi setara dengan satu liter air.
Rumus sederhananya adalah:
Kebutuhan air (liter) = luas area (m²) × kedalaman air (mm).
Sebagai contoh, lahan seluas 1.000 meter persegi membutuhkan kedalaman penyiraman bersih sebesar 3 milimeter. Kebutuhan bersihnya mencapai 3.000 liter per hari.
7. Perhitungkan Efisiensi Penyiraman
Tidak seluruh air yang mengalir akan sampai ke zona akar tanaman. Sebagian bisa hilang karena kebocoran, penguapan, atau distribusi yang tidak merata.
Oleh karena itu, kebutuhan air dari sumber bisa lebih besar daripada kebutuhan bersih tanaman. Jika kebutuhan bersih mencapai 3.000 liter dan efisiensi sistem diperkirakan 80%, kebutuhan sumbernya menjadi 3.750 liter.
8. Hitung Kebutuhan Seluruh Area
Jika kebun mempunyai beberapa blok tanaman, hitung kebutuhan setiap blok secara terpisah. Selanjutnya, jumlahkan kebutuhan air semua blok yang akan tersiram pada hari tersebut.
Cara ini membantu mengidentifikasi kebutuhan puncak. Selain itu, pembagian blok memudahkan pengaturan jadwal ketika kapasitas pompa terbatas.
9. Tentukan Cadangan Air
Setelah kebutuhan harian mengetahuinya, tentukan berapa lama cadangan air harus tersedia. Tangki untuk kebutuhan satu hari mempunyai kapasitas berbeda dari tangki untuk cadangan beberapa hari.
Misalnya, kebutuhan sumber air mencapai 3.750 liter sehari. Jika cadangan perencanaannya untuk 2 hari, kebutuhan penyimpanan efektif menjadi 7.500 liter.
10. Sesuaikan Kapasitas Tangki dan Sistem Distribusi
Bandingkan kebutuhan air dengan kapasitas tangki yang tersedia. Pertimbangkan pula kemampuan sumber air untuk mengisi ulang wadah penyimpanan setiap hari. Jika kebutuhan melebihi kapasitas satu wadah penyimpanan, beberapa tangki bisa mempertimbangkannya.
Rekomendasi Tangki Prime untuk Perkebunan

Untuk wadah penyimpanan yang cocok pada area perkebunan, maka solusinya gunakan saja tangki merek Prime yang berkualitas.
Wadah penyimpanan yang satu ini terbuat dari HDPE murni berkualitas tinggi tanpa tambahan campuran material lainnya. Hal ini yang menjadikannya tahan terhadap segala perubahan cuaca ekstrem.
Tangki merek Prime ini lengkap dengan dinding yang tebal dan kuat. Sehingga mampu menampung air dengan aman tanpa khawatir bocor maupun retak.
Wadah penyimpanan merek Prime juga bagian dindingnya terdiri dari 3 lapisan ketebalan perlindungan. Jadi, sudah ada perlindungan anti lumut dan anti virus tersendiri.
Selain itu, tangki merek Prime tersedia oleh berbagai pilihan ukuran tersendiri. Penggunaannya cocok untuk berbagai ukuran kebun, karena bisa memilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Baca juga: Mengapa Air Sumur Berwarna Kekuningan?
Saat ini tangki air merek Prime dari Tedmond Groups bisa langsung kirim lewat IKN, karena lewat cabang dari Balikpapan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi maupun pemesanan dari tangki air merek Prime, bisa hubungi Whatsapp berikut ini. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!
Penutup
Nah, sekian dulu ulasan tentang rekomendasi tangki air untuk perkebunan. Untuk pilihan tangkinya, pakai saja tangki air Prime yang terbukti aman untuk penyimpanan air bersih. Dapatkan tangki air merek Prime di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

