Berapa Jumlah Anti Petir Yang Ideal Untuk Bangunan Tinggi? Ini Pembahasannya

Berapa Jumlah Anti Petir Yang Ideal Untuk Bangunan Tinggi? Ini Pembahasannya – Untuk bangunan tinggi, rentan sekali menghadapi berbagai cuaca ekstrim. Seringkali hujan badai dan petir besar menyambar bangunan-bangunan tinggi ini. Hal ini dikarenakan semakin tinggi suatu bangunan, maka jarak bangunan dengan langit dan awan juga semakin dekat. Untuk menghadapi petir yang menyambar perlu anti petir agar bangunan tinggi tidak mudah terbakar dan rusak. Nah, sebenarnya berapa jumlah anti petir yang ideal digunakan untuk bangunan tinggi? Untuk mengetahui infonya lebih lanjut, bisa simak terus ulasannya berikut ini.

 

Berapa Jumlah Anti Petir Yang Ideal Untuk Bangunan Tinggi? Ini Pembahasannya – Penjelasan Tentang Anti Petir

Anti petir, juga dikenal sebagai sistem perlindungan petir, yaitu merupakan sistem yang dirancang untuk melindungi bangunan dari bahaya petir. Petir sendiri merupakan kejadian alam yang melibatkan pelepasan listrik yang sangat kuat dari awan menuju ke tanah. Petir ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada bangunan, sistem elektronik, dan bahkan membahayakan nyawa manusia jika menyambar. Terutama pada bangunan tinggi, perlu dipasang anti petir yang ideal agar bangunan tinggi dapat terlindungi dari sambaran petir yang berbahaya.

Komponen Pada Anti Petir Untuk Bangunan Tinggi

Pada anti petir sendiri terdiri dari beberapa komponen yang berfungsi bersama untuk mengalihkan arus petir melalui jalur yang aman dan mencegah kerusakan pada bangunan. Dengan begitu, bangunan tinggi dapat terlindungi dengan baik dari sambaran petir dan menghindari kerusakan akibat terkena sambaran petir ini. Beberapa komponen pada sistem anti petir ini yaitu :

Konduktor Penangkap Petir

Konduktor penangkap petir merupakan bagian dari sistem anti petir yang dirancang untuk menangkap sambaran petir. Biasanya terdiri dari batang logam yang ditempatkan di atas bangunan atau struktur tinggi. Konduktor penangkap petir berfungsi sebagai jalur yang mudah untuk mengalirkan arus petir ke bumi.

Konduktor Turun

Konduktor turun adalah bagian dari sistem anti petir yang menghubungkan konduktor penangkap petir dengan tanah. Konduktor turun terbuat dari bahan yang baik dalam menghantarkan listrik, seperti tembaga atau aluminium. Tugasnya adalah mengalirkan arus petir dari konduktor penangkap petir ke tanah dengan aman.

Grounding Atau Penyalur

Grounding atau penyalur adalah komponen penting dalam sistem anti petir yang terhubung ke konduktor turun dan berfungsi untuk menyalurkan arus petir ke dalam tanah dengan aman. Grounding yang baik sangat penting untuk menghindari lonjakan listrik dan kerusakan pada bangunan atau peralatan elektronik.

Pelindung Peralatan Elektronik

Selain melindungi bangunan, sistem anti petir juga harus dilengkapi dengan pelindung peralatan elektronik yang sensitif terhadap lonjakan listrik. Pelindung ini berupa perangkat penyalur yang dipasang di panel listrik untuk menetralkan lonjakan arus petir dan melindungi peralatan elektronik dari kerusakan.

Pemeriksaan Dan Pemeliharaan Rutin

Sistem anti petir perlu diperiksa dan dipelihara secara rutin untuk memastikan kinerjanya yang optimal. Pemeriksaan termasuk memeriksa kondisi konduktor, penyalur, grounding, dan pelindung peralatan elektronik. Jika ada kerusakan atau keausan, perbaikan atau penggantian harus dilakukan sesegera mungkin.

Pemasangan Jumlah Anti Petir Yang Ideal

Jumlah anti petir yang ideal untuk bangunan tinggi tergantung pada ukuran dan karakteristik bangunan tersebut. Anti petir dirancang untuk melindungi bangunan dari kerusakan yang disebabkan oleh petir, yang dapat mencakup kebakaran, kerusakan struktural pada bangunan tinggi, atau kerusakan peralatan listrik. Ketinggian bangunan menjadi faktor penting dalam menentukan jumlah anti petir yang diperlukan. Semakin tinggi bangunan, semakin besar kemungkinan terkena petir, sehingga jumlah anti petir perlu ditambah. Luas permukaan atap bangunan juga mempengaruhi jumlah anti petir yang diperlukan.

Faktor Luas Dan Bentuk Bangunan Untuk Anti Petir

Semakin besar dan luas atap pada bangunan tinggi, maka semakin banyak titik yang perlu dilindungi oleh sistem anti petir. Konfigurasi bangunan seperti bentuk dan struktur dapat mempengaruhi pemilihan dan penempatan anti petir. Bangunan dengan banyak sudut, tepi tajam, atau ketinggian bertingkat memerlukan perhatian khusus dalam menentukan jumlah dan lokasi anti petir. Selain itu, Lokasi bangunan dan kondisi lingkungan sekitarnya juga harus dipertimbangkan. Jika bangunan berada di daerah yang sering terkena petir atau memiliki risiko kebakaran yang tinggi, jumlah anti petir perlu ditingkatkan.

Anti Petir Yang Perlu Dipasang Pada Bangunan Tinggi

Pada umumnya, bangunan tinggi membutuhkan lebih dari satu sistem anti petir. Jumlah dan penempatan anti petir harus dirancang secara hati-hati oleh ahli dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan yang optimal terhadap petir dan meminimalkan risiko kerusakan atau bahaya yang dapat ditimbulkan. Jumlah anti petir yang ideal untuk suatu bangunan bergantung pada beberapa faktor seperti ukuran bangunan, ketinggian, luas atap, risiko lingkungan, dan standar keamanan yang berlaku.

Jumlah Anti Petir Ideal Menurut Standar Nasional Yang Berlaku

Pemasangan anti petir perlu yang sesuai dengan Standar Nasional yang berlaku. Untuk di negara Indonesia sendiri, lembaga yang memiliki wewenang yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurut SNI ini, untuk bangunan bertingkat tinggi dengan luas atap lebih dari 1000 m², jumlah anti petir yang direkomendasikan adalah minimal dua sistem anti petir yang saling melengkapi. Namun, rekomendasi ini dapat berbeda-beda tergantung pada karakteristik dan persyaratan setempat. Selain itu, perlu memperhatikan juga seberapa tinggi bangunan dan bentuk struktur bangunan tersebut.

Jumlah Anti Petir Ideal Menurut Standar Internasional

Standar internasional yang umumnya digunakan adalah Standar IEC 62305, yang memberikan pedoman untuk perlindungan petir pada bangunan. Standar IEC 62305 membagi bangunan ke dalam empat kategori, yaitu kategori I, II, III, dan IV. Kategori ini didasarkan pada kepentingan dan kompleksitas bangunan serta dampak yang ditimbulkan jika bangunan terkena petir. Pada bangunan dengan ketinggian di bawah 60 meter direkomendasikan memiliki setidaknya satu penangkal petir aktif. Sedangkan pada bangunan dengan ketinggian di atas 150 meter direkomendasikan memiliki lebih dari satu penangkal petir aktif dan sistem perlindungan petir yang lebih kompleks.

 

Atap Yang Tahan Hujan Badai

Ketika musim penghujan sudah tiba, perlu mempersiapkan proteksi agar dapat bangunan tinggi dapat terlindungi dengan baik. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu seperti pemasangan anti petir pada bangunan tinggi dan atap yang tahan terhadap hujan badai. Anda perlu memasang atap plastik dari GRAND Roof pada bangunan anda. Atap plastik dari GRAND Roof ini merupakan atap yang tahan terhadap cuaca ekstrim maupun suhu tinggi seperti di negara Indonesia ini. Hal ini dikarenakan atap plastik GRAND Roof ini terbuat dari material botol kemasan plastik sekali pakai yang terkenal akan ketahanannya dan keawetannya di berbagai kondisi cuaca.

Penutup

Atap plastik GRAND Roof ini adalah atap plastik yang tidak mudah bocor dan tahan terhadap benturan. Sehingga ketika terjadi hujan badai maka atap plastik dari GRAND Roof dapat melindungi bangunan dengan aman dan baik. Jadi, perlindungan saat musim hujan pada bangunan tidak hanya perlu anti petir saja. Tetapi juga atap plastik yang kuat dan kokoh seperti atap plastik dari GRAND Roof ini. Sekian dulu pembahasan mengenai jumlah anti petir yang ideal untuk melindungi bangunan tinggi. Semoga pembahasan ini bermanfaat untuk anda sekalian.