Water Treatment untuk Apa? Ternyata Ini Fungsinya

Water treatment memiliki berbagai fungsi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih keluarga. Nah, berikut ini ada beberapa fungsi dari adanya water treatment yaitu:
1. Mengurangi Kekeruhan Air
Pertama, proses penyaringan bisa membantu mengurangi partikel penyebab kekeruhan. Pasir, lumpur, dan sedimen tertentu bisa tertahan oleh media filter yang sesuai. Dengan begitu, air menjadi lebih jernih untuk kebutuhan yang tepat.
2. Mengurangi Bau Tidak Sedap
Water treatment bisa membantu mengurangi bau yang berasal dari zat tertentu. Karbon aktif sering menggunakannya untuk menyerap senyawa penyebab bau dan rasa. Meskipun begitu, bau yang muncul akibat pencemaran membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
3. Membantu Mengurangi Kandungan Besi
Air sumur terkadang mengandung besi yang menyebabkan warna kekuningan atau noda pada perlengkapan kamar mandi.
Untuk mengatasinya, sistem pengolahan bisa menggunakan aerasi dan media filter khusus. Metode tersebut harus menyesuaikan dengan kadar besi dan karakteristik air.
4. Mengurangi Partikel Tersuspensi
Selain pasir dan lumpur, air bisa mengandung partikel kecil yang melayang. Filter sedimen rancangannya untuk menahan partikel berdasarkan ukuran penyaringannya. Akibatnya, jumlah partikel yang terbawa menuju saluran berikutnya bisa berkurang.
5. Membantu Mengendalikan Mikroorganisme
Air bisa mengandung bakteri, virus, atau parasit yang berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, sistem pengolahan untuk air minum mungkin memerlukan tahap disinfeksi. Metode yang digunakan bisa berupa perebusan, ultraviolet, atau bahan disinfektan sesuai petunjuk penggunaan.
6. Mengurangi Zat Penyebab Rasa Tidak Normal
Berikutnya, beberapa media filter bisa membantu mengurangi rasa yang muncul akibat senyawa tertentu. Karbon aktif, misalnya, sering menggunakannya untuk mengurangi rasa dan bau yang tidak menginginkannya.
7. Melindungi Peralatan Rumah Tangga
Air yang membawa pasir dan sedimen bisa mengganggu kinerja keran, shower, atau peralatan tertentu. Oleh sebab itu, penyaringan awal membantu mengurangi partikel yang masuk ke saluran air. Dengan demikian, risiko penyumbatan akibat sedimen bisa mengendalikannya.
8. Mendukung Ketersediaan Air Bersih
Sistem water treatment bisa memadukannya dengan tangki penyimpanan untuk mengatur persediaan air. Setelah terolah sesuai kebutuhan, air bisa menyimpannya sebelum mengalirkannya ke titik penggunaan. Dengan begitu, keluarga maupun pengguna memiliki cadangan air ketika pasokan utama terganggu.
9. Menyesuaikan Pengolahan dengan Sumber Air
Setiap sumber air memiliki karakteristik yang berbeda. Air PDAM, air sumur, dan air hujan bisa membutuhkan penanganan yang tidak sama. Oleh karena itu, pemeriksaan awal membantu menentukan kombinasi teknologi yang perlu.
10. Membantu Mengelola Penggunaan Air
Water treatment bisa merancangnya untuk menangani kebutuhan air secara lebih terarah. Air untuk mandi dan mencuci tidak selalu membutuhkan tingkat pengolahan yang sama dengan air minum. Oleh karena itu, pemisahan jalur penggunaan bisa membantu menghindari pemborosan biaya.
Bagaimana Cara Kerja Water Treatment Skala Kecil?

Water treatment skala kecil umumnya menggunakan beberapa tahapan yang menyesuaikan dengan kondisi air baku. Berikut ini cara kerja dari water treatment pada skala kecil yaitu:
1. Mengidentifikasi Sumber Air
Tentukan sumber air yang akan mengolahnya. Air bisa berasal dari sumur, jaringan PDAM, atau sumber lain yang tersedia. Selanjutnya, amati warna, bau, dan kemungkinan perubahan kualitasnya. Untuk kebutuhan penting, lakukan pengujian sesuai parameter yang perlu.
2. Melakukan Penyaringan Awal
Berikutnya, air bisa melewati saringan kasar untuk menahan kotoran berukuran besar. Daun, pasir kasar, dan partikel tertentu bisa memisahkannya pada tahap ini. Dengan demikian, beban kerja filter berikutnya bisa berkurang.
3. Mengendapkan Partikel
Jika air mengandung banyak lumpur, pengendapan bisa menggunakannya sebagai tahap awal. Air membiarkannya berada dalam wadah agar partikel yang lebih berat turun ke dasar. Setelah itu, bagian air yang lebih jernih bisa mengalir ke tahap selanjutnya.
4. Melakukan Aerasi Jika Perlu
Aerasi melakukannya dengan mempertemukan air dan udara. Proses ini bisa membantu mengubah bentuk beberapa senyawa, seperti besi terlarut, agar lebih mudah memisahkannya. Selanjutnya, partikel hasil oksidasi bisa menangkapnya oleh media filter yang sesuai.
5. Menggunakan Filter Sedimen
Setelah pengolahan awal, air bisa mengalir melalui filter sedimen. Media ini membantu menahan partikel berdasarkan ukuran penyaringannya. Akibatnya, kandungan pasir dan kotoran tersuspensi bisa berkurang. Agar kinerjanya tetap baik, filter harus membersihkannya atau mengganti sesuai petunjuk produsen.
6. Menggunakan Karbon Aktif
Selanjutnya, karbon aktif bisa menggunakannya untuk mengurangi senyawa penyebab bau dan rasa tertentu. Media ini bekerja melalui proses adsorpsi pada permukaannya. Dengan begitu, karakteristik air bisa membaik sesuai jenis kontaminan yang tertangani.
7. Menambahkan Filter Khusus
Dalam kondisi tertentu, sistem memerlukan media tambahan. Misalnya, resin penukar ion bisa menggunakannya untuk menangani kesadahan tertentu. Sementara itu, membran khusus bisa membantu memisahkan kontaminan sesuai kemampuan teknologinya.
8. Melakukan Disinfeksi
Jika air bertujuan untuk meminumnya, pengolahan mikrobiologis harus jadi perhatian. Disinfeksi bisa melakukannya menggunakan metode yang sesuai, seperti perebusan atau perangkat ultraviolet. Namun, setiap metode memiliki persyaratan penggunaan dan keterbatasan.
9. Menyimpan Air dalam Tangki
Setelah melewati tahapan yang perlu, air bisa tersimpan dalam tangki bersih dan tertutup. Tangki membantu menyediakan cadangan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kapasitasnya bisa menyesuaikan dengan jumlah pengguna dan pola pemakaian air.
Tangki Air Grand Slim, Pelengkap Water Treatment

Sebagai pelengkap dari water treatment yang tepat, maka solusinya gunakan saja tangki air merek Grand Slim. Wadah penyimpanan air yang satu ini menggunakan bahan baku berkualitas tinggi HDPE murni tanpa material campuran lainnya.
Hal ini yang menjadikan tangkinya memiliki ketahanan sangat bagus terhadap segala perubahan cuaca ekstrem. Tangki merek Grand menjadi yang pertama dan satu-satunya sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.
Penyimpanan air akan tetap aman terhindar dari segala kontaminasi kotoran, najis, maupun zat berbahaya lainnya. Pada tangki merek Grand sendiri terdiri dari 3 lapisan perlindungan dinding yang kuat dan tebal.
Sehingga mampu melindungi airnya dari lumut maupun bahaya sinar UV. Tangki merek Grand Slim ini bentuknya ramping, jadi mudah masuk pintu ruangan. Tidak ada lagi alasan untuk bingung menyimpan air dimana.
Baca juga: Tangki Air untuk Petani agar Distribusi Lebih Mudah
Saat ini tangki air merek Grand Slim dari Tedmond Groups bisa langsung kirim lewat IKN, karena lewat cabang dari Balikpapan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi maupun pemesanan dari tangki air merek Grand Slim, bisa hubungi Whatsapp berikut ini. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!
Penutup
Jadi sekian dulu penjelasan tentang water treatment skala kecil untuk rumah tangga. Untuk pilihan tangkinya, pakai saja tangki air Grand Slim yang terbukti aman untuk penyimpanan air bersih. Dapatkan tangki air Grand Slim di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

