Sayangnya, kemarau sering membuat air untuk tanaman menjadi masalah utama. Oleh karena itu, tangki air untuk irigasi menjadi solusi yang makin banyak petani dan pemilik kebun pilih. Selain itu, tangki menyimpan air saat melimpah, sehingga Anda tidak kehabisan air saat kering. Untuk itu, artikel ini membahas cara menghemat air, tips memilih, dan rekomendasi tangkinya.
Cara Menghemat Air Irigasi Menggunakan Tangki Air

Menyimpan air saja belum cukup untuk berhemat. Oleh karena itu, ikuti tujuh cara berikut agar tangki air untuk irigasi bekerja maksimal.
1. Tampung Air Hujan di Musim Hujan
Alirkan air hujan dari talang atap ke dalam tangki. Dengan demikian, Anda punya cadangan gratis untuk musim kering. Selain itu, Anda tidak perlu terlalu sering menyedot air sumur.
2. Siram di Pagi atau Sore Hari
Suhu yang sejuk membuat air tidak cepat menguap. Karena itu, lebih banyak air meresap ke tanah. Selain itu, tanaman menyerap air dengan lebih baik.
3. Pakai Irigasi Tetes
Irigasi tetes meneteskan air langsung ke akar tanaman. Dengan begitu, air tidak banyak terbuang ke udara. Selain itu, tangki yang berdiri di tempat tinggi bisa mengalirkan air lewat gravitasi pada lahan tertentu.
4. Hitung Kebutuhan Air Tanaman
Setiap tanaman butuh air dalam jumlah berbeda. Oleh karena itu, atur jatah siram sesuai jenis dan umur tanaman. Akibatnya, tidak ada air yang terbuang untuk tanaman yang sudah cukup.
5. Tutup Tangki Rapat
Tutup yang rapat mengurangi penguapan dan menahan kotoran. Selain itu, cahaya yang terhalang membuat lumut sulit tumbuh. Dengan demikian, air tetap bersih dan siap pakai.
6. Cek Kebocoran Pipa dan Kran
Kebocoran kecil bisa menghabiskan air dalam jumlah besar. Oleh karena itu, periksa sambungan pipa secara rutin. Dengan begitu, air dalam tangki tidak terbuang sia-sia.
7. Tambahkan Mulsa pada Tanah
Mulsa dari jerami atau daun kering menutup permukaan tanah. Karena itu, tanah tetap lembap lebih lama. Akibatnya, frekuensi penyiraman bisa berkurang.
Tips Memilih Tangki Air yang Cocok untuk Irigasi

Tangki yang salah ukuran justru membuat air tidak efisien. Oleh karena itu, perhatikan tujuh hal ini saat memilih tangki air untuk irigasi.
1. Tentukan Tujuan Penggunaan
Kebun rumah, sawah, dan lahan sayur punya kebutuhan air berbeda. Dengan demikian, tentukan dulu tujuan penggunaan sebelum membeli. Selain itu, langkah ini mencegah Anda membeli tangki yang terlalu kecil.
2. Sesuaikan Kapasitas dengan Kebutuhan
Hitung kebutuhan air harian, lalu kalikan dengan lama musim kering. Dengan begitu, Anda tahu kapasitas yang pas. Namun, sisakan ruang tambahan agar cadangan air tetap aman.
3. Pilih Bahan Tahan Cuaca
Tangki berada di luar ruangan dan terkena panas serta hujan. Oleh karena itu, pilih bahan yang tahan sinar UV dan tidak mudah pecah. Selain itu, plastik berkualitas lebih ringan saat Anda memindahkannya.
4. Cari Tangki Anti Lumut
Lumut bisa menyumbat selang dan pipa irigasi. Karena itu, pilih tangki yang menahan cahaya masuk. Dengan demikian, aliran air tetap lancar.
5. Dekatkan dengan Area Tanam
Jarak yang dekat membuat pipa lebih pendek. Akibatnya, tekanan air lebih stabil dan biaya pemasangan lebih hemat. Selain itu, tangki di tempat tinggi membantu aliran lewat gravitasi.
6. Pastikan Alas Rata dan Kuat
Air dalam jumlah besar sangat berat. Oleh karena itu, letakkan tangki pada alas yang rata dan kokoh. Dengan begitu, dinding tangki tidak mudah retak.
7. Perhatikan Sertifikasi dan Garansi
Sertifikasi menunjukkan bahan sudah lolos uji keamanan. Selain itu, garansi memberi rasa aman untuk jangka panjang. Dengan demikian, Anda mengurangi risiko rugi di kemudian hari.
Baca Juga: Water Treatment Air Sumur untuk Hunian Sehat
Rekomendasi Tangki Air Grand, Banyak Pilihan Ukuran

Setelah tahu cara memilih, saatnya menentukan merek yang tepat. Untuk tangki air untuk irigasi, Tangki Air Grand layak Anda pertimbangkan. Selain itu, tersedia banyak pilihan ukuran dari kebutuhan rumah sampai industri. Untuk lebih jelasnya, simak keunggulannya berikut ini.
- Material HDPE 100% Murni: Tangki ini terbuat dari HDPE 100% murni yang tahan benturan dan tidak mudah pecah. Oleh karena itu, tangki aman untuk pemakaian di lahan terbuka.
- Anti Lumut, Anti Virus, dan Anti UV: Tangki ini memakai Silver Ion nano technology yang anti virus,selain itu tangki ini dilengkapi perlindungan 3 lapis yang membuatnya anti lumut dan anti UV. Dengan demikian, saluran irigasi lebih jarang tersumbat lumut.
- Triple Protection: Pertama, outer layer menstabilkan sinar UV dan melindungi tangki dari kerusakan akibat sinar matahari. Selain itu, porous layer mencegah cahaya masuk sehingga lumut tidak tumbuh. Sementara itu, inner layer HDPE murni tidak berbau dan tidak berlendir, jadi air tetap higienis dan aman untuk minum sehari-hari.
- Thermal Stabilizer: Fitur ini menjaga suhu air di dalam tangki tetap stabil. Dengan demikian, air tidak mudah panas meski terkena sinar matahari ekstrem.
- Sertifikasi FDA, SNI, dan Halal MUI: Tangki ini memiliki sertifikasi food grade FDA, SNI, dan Halal MUI No: LPPOM-00170119730621. Oleh karena itu, Anda bisa menyimpan air dengan tenang.
- Ukuran 300 hingga 12.000 Liter: Pilihan ukurannya sangat luas. Jadi, tangki ini cocok untuk kebutuhan rumah sampai industri.
Untuk informasi selengkapnya Tangki Air Grand dari Tedmond Groups, bisa langsung hubungi Whatsapp berikut.
Kesimpulan
Tangki air untuk irigasi membantu Anda menyimpan air saat melimpah dan memakainya saat kering. Selain itu, cara penyiraman yang tepat membuat penggunaan air jauh lebih hemat. Dengan demikian, kebun dan lahan Anda tetap subur sepanjang tahun. Namun, hasilnya bergantung pada pemilihan tangki yang sesuai. Sebab itu, pilih ukuran dan bahan yang pas, lalu pertimbangkan Tangki Air Grand. Akibatnya, tangki air untuk irigasi Anda awet dan air terjaga kualitasnya.

