Genteng Ringan Mudah Terbawa Angin Simak Faktanya

Genteng ringan mudah terbawa angin simak faktanya
Fakta Genteng Ringan Mudah Terbawa Angin – Dalam proses pembangunan atau renovasi rumah, keputusan memilih material atap adalah hal besar.
Pilihan ini akan memengaruhi keamanan, keindahan, dan anggaran jangka panjang. Genteng ringan sendiri pada saat ini menjadi primadona.
Karena komponen ini menawarkan kemudahan pemasangan, bobot yang minimal, dan variasi desain yang modern. Akan tetapi popularitas ini seringkali diiringi oleh kekhawatiran yang sama, yaitu apakah genteng yang ringan lebih mudah terangkat atau tersapu oleh angin kencang atau badai?
Kekhawatiran bahwa komponen ringan tidak aman adalah mitos yang sudah lama beredar pada masyarakat. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan fakta sebenarnya apakah genteng yang ringan bisa terbawa oleh angin. Oleh karena itu, untuk mengetahui fakta sebenarnya bisa simak artikel berikut ini. 

Tips Mengurangi Resiko Angin Kencang pada Genteng

Tips mengurangi resiko angin kencang pada genteng

Kekuatan atap saat menghadapi angin kencang sangat bergantung pada teknik pemasangannya. Angin badai menghasilkan gaya hisap ke atas yang besar.

Gaya ini mampu mengangkat genteng, bahkan yang paling berat sekalipun. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips dalam mengurangi risiko angin kencang pada genteng yaitu:

1. Gunakan Sekrup Pengait

Pemasangan genteng modern, terutama genteng metal atau genteng beton, harus menggunakan sistem pengait. Sekrup khusus harus menembus gentengnya. Sekrup ini kemudian mengunci genteng ke reng yang ada di bawahnya.

2. Pastikan Rangka Atap Terikat Kuat ke Struktur Dinding

Rangka atap harus menjadi satu kesatuan dengan rumah atau bangunan. Penting untuk mengunci kuda-kuda atap ke ring balok. Koneksi yang kuat ini mencegah seluruh rangka atap terangkat dan terbang.

3. Jaga Kemiringan Atap yang Ideal

Kemiringan atap yang terlalu curam atau terlalu landai bisa bermasalah. Kemiringan yang terlalu landai meningkatkan area hisap angin. Atap yang terlalu curam juga rentan terhadap tekanan angin.

Oleh karena itu harus mengikuti standar kemiringan.

4. Perhatikan Overlap dan Sambungan Genteng dengan Presisi

Overlap adalah tumpang tindih antara satu genteng dengan genteng yang ada dibawahnya. Penggunaan Overlap harus sesuai standar pabrikan, karena jika kurang menciptakan celah yang memudahkan angin masuk.

5. Gunakan Perekat Khusus pada Area Kritis

Area tepi, bubungan (puncak), dan rabung (garis miring) adalah titik paling rentan. Maka bisa menambahkan lapisan perekat khusus yang bersifat elastis dan tahan air.

Perekat ini mengaplikasikannya pada sambungan genteng pada area-area tersebut agar tidak mudah terbawa angin.

6. Pemasangan Genteng Penutup Bubungan yang Aman

Genteng bubungan harus terpasang sangat kuat, karena sering menjadi bagian pertama yang lepas saat badai. Gunakan sekrup yang lebih panjang dan pastikan genteng bubungan terikat kuat pada balok nok dibawahnya.

7. Periksa Kondisi Talang dan Sistem Drainase

Talang air yang tersumbat bisa menyebabkan genangan tersendiri. Air yang tergenang akan menambah beban pada atap dan meningkatkan risiko kerusakan rangka.

8. Lakukan Pemeriksaan dan Pengencangan Rutin

Sekrup atau paku bisa kendur seiring berjalannya waktu. Hal ini karena getaran dan perubahan suhu, jadi harus melakukan pemeriksaan visual. Pemeriksaan ini sebaiknya melakukannya setiap tahun.

Periksa semua pengait genteng dan sambungan rangka. Segera kencangkan atau ganti sekrup yang kendur.

Beberapa Syarat Umum Rumah yang Tahan Angin

Beberapa syarat umum rumah yang tahan angin

Ketahanan sebuah rumah terhadap angin kencang atau badai adalah hasil dari desain yang baik. Ketahanannya sendiri tidak hanya menentukannya dari atap, tapi juga menentukannya oleh kekuatan keseluruhan struktur.

Mulai dari pondasi hingga material atap, setiap elemen harus bekerja sama. Berikut ini ada beberapa syarat umum rumah yang tahan angin yaitu:

1. Pondasi Harus Kuat dan Dalam

Pondasi adalah titik terkuat rumah, fondasi yang tertanamnya cukup dalam mampu menahan gaya angkat (uplift force) yang ditimbulkan angin.

Karena angin kencang tidak hanya mendorong tapi juga menciptakan gaya hisap yang luar biasa.

2. Rangka Atap Harus Kaku dan Stabil

Rangka atap harus rancangannya kaku dan tidak boleh mudah berubah bentuk. Gunakan bracing (penguat silang) yang memadai, pemasangannya sendiri secara diagonal antara kuda-kuda.

Pemasangan ini mencegah rangka bergeser.

3. Koneksi Atap ke Dinding Harus Sangat Kuat

Ini adalah titik kritis yang sering gagal, maka harus menggunakan baut angkur atau hurricane strap. Penguncian ini sangat penting pada daerah rawan badai.

4. Dinding Struktur Harus Solid dan Berat

Dinding harus mampu menahan tekanan horizontal angin dan terbuat dari material struktural. Contohnya adalah bata merah padat atau beton bertulang.

Dinding yang berat dan solid memberikan massa untuk menahan rumah agar tidak terguling atau bergeser.

5. Gunakan Genteng atau Material Atap yang Teruji

Pilih material atap yang telah lolos uji ketahanan angin badai, sehingga fakta genteng ringan mudah terbawa angin terbukti salah. Asalkan genteng ringan tersebut memasangnya dengan sistem pengikat yang memadai.

6. Pintu dan Jendela Harus Tahan Tekanan Tinggi

Pintu dan jendela adalah titik terlemah. Kaca yang pecah bisa membuat angin masuk dan meningkatkan tekanan dalam rumah secara drastis. Gunakan pintu dan jendela yang terbuat dari material kokoh.

7. Perhatikan Desain Atap yang Meminimalkan Gaya Hisap

Desain atap juga berpengaruh, yang punya kemiringan sedang lebih baik. Desain dengan overhang (overstek) minimal juga lebih baik. Karena jika overhang yang terlalu lebar mudah ditarik angin.

8. Lakukan Pemasangan dan Finishing yang Rapi

Lubang atau celah kecil bisa menjadi masalah besar. Celah kecil bisa menjadi jalur masuk angin yang akan mengangkat atap. Pastikan semua sambungan atap, cerobong asap, dan ventilasi tertutup rapat.

Pemasangan flashing (lapisan penutup) pada sambungan harus sempurna.

Keunggulan atap UPVC Grand Luxe

Keunggulan atap upvc grand luxe

Untuk pilihan atap yang terbaik yaitu menggunakan jenis UPVC merk Grand Luxe. Atap yang satu ini memiliki ketahanan yang sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.

Hal ini menjadikannya cocok memasangnya pada area yang sering terpapar panas matahari, hujan badai, maupun angin kencang.

Atap UPVC merk Grand Luxe sendiri punya struktur berongga. Hal ini menjadikannya mampu meredam suara dan tahan terhadap panas.

Atap UPVC merk Grand Luxe juga tidak merambatkan api, jadi sangat aman untuk bangunan atau rumah yang menggunakannya.

Pada saat ini atap UPVC merk Grand Luxe bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di Balikpapan. Untuk informasi mengenai spesifikasi dan pemesanan dari atap UPVC merk Grand Luxe, bisa langsung hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.

Pesan Sekarang

Penutup

Nah, jadi itulah tadi pemaparan tentang fakta genteng ringan mudah terbawa oleh angin adalah mitos. Jika memasangnya dengan benar dan sesuai aturan.

Untuk pilihan atapnya, maka gunakanlah atap UPVC merk Grand Luxe yang sudah terbukti unggul dan berkualitas. Dapatkan atap UPVC merk Grand Luxe di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.